Sejarah Nabi Ibrahim Menyembeli Anaknya Ismail

Sejarah Nabi Ibrahim Menyembeli Anaknya Ismail – Sejarah kurban (Qurban, dalam bahasa Arab) berkaitan dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim alaihi salam (as) yang mengorbankan putera tunggalnya sendiri, Nabi Ismail as untuk disembelih sebagai bentuk ketaatan beliau pada perintah Allah SWT. Qurban merupakan ibadah yang dilakukan umat Muslim pada saat Hari Raya Idul Adha tiba, identik dengan proses penyembelihan hewan kurban.

Sejarah Nabi Ibrahim Menyembeli Anaknya Ismail

Setiap tahunnya, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha dan tiga hari tasyrik. Pada tahun ini, Hari Raya Iduladha Hukum ibadah kurban adalah sunah muakkadah atau amat ditekankan pengerjaannya. Saking pentingnya ibadah kurban, sampai-sampai Rasulullah SAW memberi ancaman kepada orang yang memiliki kelapangan rezeki, tetapi enggan melaksanakan kurban.

Sejarah Nabi Ibrahim Menyembeli Anaknya Ismail

Asal Mula Qurban Ibadah saat Hari Raya Idul Adha

Usai mendengar jawaban dari Ismail, Nabi Ibrahim as pun siap untuk menyembelih putranya. Diikatnya kedua tangan dan kaki Ismail, lalu Ismail dibaringkan di atas lantai.Namun ternyata, tidak mudah bagi Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah itu. Ketika keduanya -Nabi Ibrahim dan Ismail- siap, datanglah setan yang terus menggoda mereka agar membatalkan perintah itu. Setan datang sambil berujar

“Ibrahim, kamu orangtua macam apa, anak saja disembelih?
“Apa kata orang nanti?”
“Apa tidak malu? Tega sekali! Anak satu-satunya disembelih!”
“Coba lihat, anaknya lincah seperti itu!”
“Anaknya pintar lagi, enak dipandang, anaknya patuh seperti itu kok dipotong!”
“Tidak punya lagi nanti setelah itu, tidak punya lagi yang seperti itu! Belum tentu nanti ada lagi seperti dia.

Dengan tekad kuat, Nabi Ibrahim mematahkan godaan setan itu. Ia mengambil batu, kemudian melemparnya sambil mengatakan, ‘Bismillahi Allahu Akbar!’.

👉 TRENDING :   TERJAWAB Asal Data Penempatan Guru Lulus PG serta Penempatan Lintas Instansi PPPK Guru 2022

Peristiwa melempar batu yang dilakukan Nabi Ibrahim itulah kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah.Kemudian, Nabi Ibrahim pun memantapkan niat untuk menyembelih Ismail, tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah. Mereka pergi ke tanah lapang. Ismail yang ketika itu sudah diangkat menjadi Nabi, pun pasrah dan tawakal.

sejarah kurban teladan nabiSejarah Kurban Teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Nabi Ibrahim as menyiapkan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Ismail tak merasa kesakitan ketika disembelih.
Ismail kemudian meminta sang Ayah menutup mata agar tidak merasa iba ataupun ragu melaksanakan perintah dari Allah SWT.

Perintah Qurban Bagi Umat Muslim

Berangkat dari sejarah qurban yang sudah diulas di atas, Allah SWT pun memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan qurban setiap Idul Adha.
Perintah berkurban telah digariskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka, dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (Q.S Al Kautsar ayat 1 dan 2)

“Bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (Q.S Al Hajj ayat 34)