Mengenal Nama Nama Hari Era Dalam Islam
Mengenal Nama Nama Hari Era Dalam Islam

Mengenal Nama Nama Hari Era Dalam Islam

Mengenal Nama Nama Hari Era Dalam Islam- Sistem penanggalan Hijriyah memakai peredaran bulan sebagai alat ukurnya. Patokan awalnya adalah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Yastrib (Madinah). Satu tahun terdiri atas 12 bulan. Satu bulan dalam sistem tersebut terdiri atas 29 atau genap 30 hari.

Mengenal Nama Nama Hari Era Dalam Islam

Mengenal Nama Nama Hari Era Dalam Islam

Oleh karena memakai sistem lunar calendar, batas hari menurut penanggalan Islam tersebut adalah terbenamnya matahari. Sebagaimana penamaan ke-12 bulan, pembagian hari dalam sistem Hijriyah juga mengalami dinamika sejarah.
Mengutip Ensiklopedi Islam untuk Pelajar, bangsa Arab Kuno mula-mula membagi satu bulan menjadi tiga jangka waktu. Setiap bagian itu terdiri atas 10 hari yang namanya adalah: Gurar, Nufal, Tusa’, ‘Usar, Bid, Dura’, Zulam, Hanadis/Duhm, Da’adi, dan Mihak.

Arti Nama Nama Hari Menurut Islam

Bangsa Arab kemudian memodifikasinya. Maka dari itu, setiap bulan terdiri atas kelompok tujuh harian (pekan). Berlainan dengan penamaan bulan atau tahun, nama-nama hari dalam kalender Arab mengikuti kaidah urutan.

Hari Era Dalam Islam

Hari pertama disebut sebagai ‘yang kesatu’, Awwal (Ahad). Hari-hari sesudahnya adalah Ahwan, Jubar Dubar, Mu’nis, Aruba’, dan Siyar. Nama-nama itu disempurnakan lagi ketika Islam muncul dan berkembang. Mereka menjadi: al-Ahad, al-Isnain, as-Sulasa, al-Arbi’a, al-Khamis, al-Jumu’ah, dan as-Sabt. Ketika Islam diterima di nusantara, mereka menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Sejarah Hari Era Dalam Islam

Mengutip Buku Sejarah Pembentukan Kalender Hijriyah oleh Ahmad Sarwat, Lc., MA, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari menceritakan sejarah terbentuknya penanggalan hijriyah tersebut.
Setelah 2,5 tahun Khalifah Umar menjabat, salah satu gubernurnya, Abu Musa al-Asy’ari mengadu bahwa beliau kebingungan karena surat dari Umar sangat banyak dan tidak ada tanggalnya. Abu Musa bingung menentukan surat perintah mana saja yang baru dan mana saja yang usang. Akhirnya, Abu Musa menyarankan untuk dibuatkan penanggalan agar memudahkan dalam administrasi persuratan tersebut.

👉 TRENDING :   Cara Menjadi Hafiz Dalam 6 Bulan

Nama Hari Era Dalam Islam

Kemudian, setelah berdiskusi dengan jajaran pimpinan lainnya, Khalifah Umar memutuskan memulai tahun dari tahun hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah. Keputusan ini berasal dari usulan sahabat Utsman dan Ali. Hijrah dianggap menjadi tonggak awal kejayaan umat Islam setelah sebelumnya hanya berdakwah secara sembunyi-sembunyi.