Tips Menyekolakan Anak Kepondok Pesantren

Tips Menyekolakan Anak Kepondok Pesantren

Tips Menyekolakan Anak Kepondok Pesantren – Semakin tumbuhnya Pondok Pesantren di Indonesia merupakan angin segar dan kabar gembira bagi ummat Islam Indonesia agar lebih mempertimbangkan lagi terhadap masa depan anak yang saat ini lingkungan sekitar semakin tidak tahu arah. Pesantren adalah salah satu tonggak kebangkitan dan kemajuan ummat Islam. Tidak akan menyesal bagi orang tua yang merelakan dan mengikhlaskan anak untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren. Banyak sekali manfaat yang akan didapat ketika kita berani dan mau untuk memberikan pendidikan kepada anak di Pesantren.

Menyekolahkan anak ke pondok pesantren saat ini menjadi pilihan yang bijak, mengingat pergaulan di luar yang semakin tidak terkendali. Para orang tua nampaknya semakin sadar bahwa selain membekali anak dengan ilmu dunia, mereka pun perlu memberikan bekal ilmu akhirat. Dalam hal ini, pendidikan agama menjadi sangat penting dan mempunyai peran cukup besar dalam menghindarkan anak-anak, terutama remaja, dari pergaulan yang tidak kita inginkan.

Menyekolakan Anak Kepondok Pesantren

Pondok pesantren bukanlah tempat “pembuangan” anak atau penitipan anak nakal bagi orang tua yang merasa sudah tidak mampu untuk mengasuh, mendidik, atau mengarahkan anak. Karena itu, memondokkan anak di pesantren bukan berarti orang tua bisa berlepas tangan terhadap urusan pendidikan anak. Orang tua tetap berperan penting dalam kesuksesan anak yang belajar di pondok pesantren agar anak mampu meraih ilmu yang diajarkan secara maksimal dan penuh berkah.

1. Ikhlas dan Pasrah

Modal pertama orang tua adalah harus mempunyai keikhlasan saat melepaskan anak ke pondok pesantren. Memondokkan anak adalah salah satu cara melaksanakan kewajiban mendidik anak dan mengarahkannya untuk mendapat ilmu agama yang lebih baik. Orang tua wajib membekali ilmu yang kelak dapat bermanfaat di dunia dan akhirat. Selain ikhlas, orang tua juga harus pasrah, dalam arti menyerahkan sepenuhnya anak ke pihak pondok pesantren untuk dididik, bukan dibuang, untuk diedukasi, bukan dipenjara. Sering kali, kasus santri tidak betah di pesantren terjadi akibat ibu yang belum merelakan sepenuhnya akan perpisahan sementara ini

👉 TRENDING :   Hp Vivo x8 Terbaru 2022 dan Harganya dan Spesifikasinya

2. Perbanyak Doa

Menitipkan anak untuk menuntut ilmu di pondok pesantren bukan berarti menyerahkan urusan anak 100% kepada pondok dan hanya mengirimkan uang yang dibutuhkan anak. Doa orang tua sangat diperlukan untuk menunjang dan mendorong keberhasilan anak. Orang tua wajib mendoakan agar anak mendapatkan ketenangan, semangat, kemampuan belajar, serta keberkahan selama di pondok pesantren.

3. Memberikan Nafkah yang Halal dan Tidak Berlebihan

Demi tercapainya kesuksesan anak belajar di pondok pesantren, memberikan nafkah halal juga tak kalah penting. Untuk mencari ilmu agama untuk dunia dan akhirat, tentu saja energi yang didapat harus dari jalan yang halal. Selain memberikan nafkah yang halal, uang saku yang diberikan juga jangan sampai berlebihan. Ajari anak untuk terbiasa hidup sederhana dan mandiri.

4. Perbanyak Sedekah Kepada Santri Lain

Sedekah dipercaya dapat memperluas rejeki dan tentu saja mendatangkan pahala, terlebih sedekah kepada santri. Selain pahala yang kita dapat, doa santri yang sedang berjuang menuntut ilmu agama diharapkan dapat terijabah dengan mudah. Jadi, saat menjenguk anak ke pondok pesantren, jangan lupa bersedekah untuk santri lain yang saat itu tidak dijenguk. Walaupun hanya dalam bentuk makanan ringan atau diajak makan bersama, pasti hati mereka akan senang dan mendoakan kita.

Demikianlah tips singkat seputar menyekolahkan anak ke pondok pesantren. Intinya, sebagai orang tua, kita harus ikhlas putra-putri menjalani proses pendidikan dunia-akhirat. Semoga mereka diberi kelancaran dan kemudahan dalam belajar dan menjadi generasi saleh. Semoga Bermanfaat