Cara Menjadi Hafiz Dalam 6 Bulan
Cara Menjadi Hafiz Dalam 6 Bulan

Cara Menjadi Hafiz Dalam 6 Bulan

Cara Menjadi Hafiz Dalam 6 Bulan- Hafiz (penjaga atau penjaga agar tidak lupa) adalah orang yang telah menghafal seluruh Al-Qur’an dan dapat membacanya dari hafalan.[1] Menghafal Al-Qur’an adalah perbuatan yang sangat baik yang memiliki banyak pahala. Siapa pun bisa menjadi hafiz, tetapi semakin muda memulai, semakin mudah bagi mereka untuk belajar, dan semakin baik.

Cara Menjadi Hafiz Dalam 6 Bulan

Menghafal Al Qur’an adalah ibadah jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Juga bukan untuk mengharapkan pujian di dunia. Bahkan salah satu ciri orang yang berilmu menurut standar Al Qur’an, adalah mereka yang memiliki hafalan Al Qur’an. Allah berfirman,

“Bahkan, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu” (QS. al-Ankabut: 49).

Suatu Kebanggaan terhadap orang tua

Tak sedikit para orang tua menginginkan anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. Dengan Al-Qur’an dalam dada dan pikirannya, seorang anak akan senantiasa mengingat Allah dan takut melakukan perbuatan dosa. Berikut ini cara mendidik anak menjadi pecinta dan penghafal Al-Qur’an.

Tips Mudah Memiliki Anak Hafizh

Tak sedikit para orang tua menginginkan anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. Dengan Al-Qur’an dalam dada dan pikirannya, seorang anak akan senantiasa mengingat Allah dan takut melakukan perbuatan dosa. Berikut ini cara mendidik anak menjadi pecinta dan penghafal Al-Qur’an.

1. Membiasakan anak berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak dalam kandungan

Mengenalkan Al-Qur’an kepada anak bahkan bisa dimulai sejak anak masih berada di dalam kandungan sang ibu. Pada masa ini, anak yang dibacakan Al-Qur’an akan merasa tenang. Setelah anak lahir ke dunia, anak juga sudah terbiasa dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an di rumah.

👉 TRENDING :   Oppo A55 harga dan spesifikasi

2. Bimbinglah selalu anak agar tetap istikamah menghafal Al-Qur’an

Pada masa pertumbuhan, tuntunlah anak untuk istikamah menghafal dan menerapkan tuntunan Al-Qur’an dan sunah nabi dalam kehidupan. Jaga mereka dari perbuatan buruk dan nasihati apabila mereka tergelincir melakukan kesalahan. Bantu mereka menjadi teman menghafal bersama, jangan sampai hafalan Al-Qur’an yang sudah ada selama ini hilang dari ingatan karena tidak diulang-ulang dan ditinggalkan.

3. Mengajarkan anak berbicara dengan kalimat-kalimat Al-Qur’an

Kebanyakan orang tua mengajarkan anak berbicara dengan kata-kata yang biasa atau kalimat sehari-hari. Akan sangat bijaksana jika anak diperkenalkan kalimat-kalimat tayyibah seperti basmalah, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir karena kalimat tersebut merupakan ucapan positif yang baik untuk perkembangan anak. Mengajarkan anak berbicara dengan kalimat-kalimat tersebut juga berfungsi sebagai pengenalan bahasa Arab sekaligus bahasa Al-Qur’an kepada anak.

4. Mengajarkan anak membaca Al-Qur’an sejak dini

Usia 3 sampai 4 tahun saat anak sudah bisa berbicara, maka mulailah untuk mengajarkan hafalan Al-Qur’an. Diawali dengan surah-surah pendek dan secara bertahap beralih kepada surah-surah yang lain. Bersamaan dengan itu, ajarkan pula agar anak dapat membaca Al-Qur’an secara mandiri. Banyak metode yang bisa digunakan. Salah satu yang populer adalah metode Iqro’.

5. Mendengarkan Al Quran pada setiap kesempatan

Selain memberikan asupan yang halal dan toyyib, kemudian langkah selanjutnya adalah mengenalkan Al Qur’an sejak lahir. Tujuannya adalah agar setiap lantunan ayatnya tidak asing di pendengaran mereka.Teknik lainnya yakni sama seperti saat kita mengajak anak untuk bisa berbicara mengikuti perintah orang tua. Anak balita lebih mudah menyerap berbagai hal yang ada di sekitarnya. Terlebih jika hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Jadi perdengarkanlah lantunan ayat Al Qur’an dimanapun dan kapanpun.

👉 TRENDING :   Asus Luncurkan Dua lettop yang super cepat

6.Mintalah selalu pertolongan Allah.

Lakukan do’a secara teratur untuk membantu Anda dalam menghafal. Memiliki kesabaran dan kemauan. Jika Anda pikir Anda tidak bisa melakukannya lagi, jangan menyerah dan lupakan semuanya. Wajib bagi siapa saja yang telah menghafal Al-Qur’an untuk mengingat apa yang telah dihafalnya, baik itu satu halaman atau Al-Qur’an lengkap.